Thursday, November 06, 2008

Untuk yang Patah Hati



"Sahabatku, aku tak rela melihatmu seperti ini. Kau yang ku kenal adalah seorang yang tegar, pantang menyerah, tidak pernah berputus asa dan penuh semangat. Aku mungkin tidak tahu seberapa berat beban yang kau tanggung saat ini. Tapi untuk saat ini, setidaknya aku memahami sedalam apa kesedihanmu.

Memang, harapan adalah cahaya utama bagi kehidupan. Harapan mampu membuat kita bersemangat dan tersenyum. Orang yang memberimu harapan adalah orang yang mulia. Namun jika saat ini kau memperoleh jawaban yang menghukummu dengan hukuman yang memilukan dari orang yang kau harapkan, itu bukan berarti harapanmu telah hilang. Tetapi itu alamat bahwa akan lahir harapan baru.

Kau berharap bahwa kau dapat memilikinya. Tapi dia tidak berpikiran seperti halnya dirimu: dia tidak mengharapkanmu. Saat ini, keinginannya untuk memilikimu belum muncul. Jadi apa harapan barunya? Harapan barunya adalah kau akan memiliki seseorang yang lebih baik dari dirinya yang sekarang. Rasa cinta adalah sesuatu yang tidak dapat dipaksakan.

Aku tak tahu bagaimana kau akan menjawab jika aku bertanya: "Apakah karena kau mencintainya kau jadi begini? Lesu, tak bercahaya...."

Tidak, rasa cinta seharusnya dapat mendorongmu untuk menjadi lebih baik dari yang sekarang, bukan membuatmu seperti seorang pesakitan.

Aku juga pernah mengalami patah hati. Hal itu jugalah yang membuatku jadi murung dan tak bersemangat. Keadaan itu tidak berlangsung lama. Hanya beberapa hari saja. Masa-masa itu dapat kulalui dengan kesabaran, bukan dengan air mata. Karena menurutku, hal itu tidak perlu kubayar dengan air mata, suatu perbuatan sia-sia. Menurutku, tidak seharusnya aku mengeluarkan air mata untuk hal seperti ini. Patah hati hanyalah sebagian kecil dari bumbu kehidupan, tidak lebih.

Aku telah berbicara terlalu banyak. Menurutku, hal yang sebaiknya kau pikirkan sekarang adalah bagaimana kau dapat keluar dari keadaan ini. Ya, apa yang kau perlukan agar kemurunganmu tidak berlangsung lama dan berlarut-larut.

Sekarang, bagaimana kalau kita belajar matematika?"

Friday, November 02, 2007

Struktur Kalimat (Dasar)



Umumnya, struktur suatu kalimat dalam bahasa Burnand mengandung unsur-unsur linguistik yang simpel dan mudah dicerna. Seperti halnya bahasa Indonesia dan Arab, pola kalimat umum bahasa Burnand juga SPOK, tidak seperti bahasa Turki yang berpola SOPK.

Contoh:

1. Den pohi ka pokan sobah ko
(Saya pergi ke pasar pagi ini) --> SPKK


2. Pajarunku pugat masa neva

(Kakeknya meninggal sore tadi) --> SPK


3. Denerkanti vajad pires

(Teman saya mendapat hadiah) --> SPO


Wednesday, June 27, 2007

Bahasa Burnand

Domer (Kata Ganti)

den = saya
sen = anda
paj = dia
nehna = kami
san = anda (jamak)
hum = mereka

Domer Mottaseli (Kata Ganti Kepunyaan)

dener = milik saya
sener = milik anda
pajar = miliknya
nehnar = milik kami
sonar = milik anda
hamar = milik mereka

ex.
denerkitap = (buku saya)
senerurum = (istri anda)
pajarmarum = kakak/adik ipar (laki-laki)-nya
nehnarkanti = teman kami
sonarhalem = mimpi/impian anda semua
hamarhalu = kabar mereka